Pertamina Patra Niaga Pacu B50, Pemerhati Lingkungan Minta Fokus ke Kendaraan Listrik

05.07.2026


Pertamina Patra Niaga mempercepat persiapan distribusi biodiesel 50 persen atau B50 sebagai bagian dari program mandatori pemerintah. Perusahaan menargetkan pasokan B50 mencapai 87,27 juta liter per hari untuk didistribusikan secara nasional melalui 126 terminal bahan bakar minyak (BBM) yang disebut sudah siap menyalurkan produk tersebut mulai 1 Juli 2026. Penyaluran perdana per 1 Juli tercatat sekitar 37,91 juta liter, dan volume itu akan dinaikkan bertahap seiring perluasan jangkauan distribusi.

B50 akan masuk ke pasar ritel melalui produk Biosolar dan Dexlite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina maupun mitra, mengikuti arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pemerintah menyiapkan masa transisi hingga tiga bulan sejak implementasi dimulai, untuk memberi ruang penyesuaian infrastruktur dan rantai pasok. Di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengonfirmasi bahwa B50 sudah mulai disalurkan dari tiga fuel terminal, yakni FT Lahat, FT Lubuk Linggau, dan FT Baturaja, sementara terminal lain akan menyusul sesuai kesiapan.

Di tengah percepatan itu, Koalisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menilai elektrifikasi kendaraan menawarkan jalur yang dinilai lebih berkelanjutan bagi ketahanan energi dan penurunan emisi sektor transportasi dibanding mengandalkan biodiesel B50. Dalam diskusi "Clean Fuel Talk: Antara Manfaat dan Mudharat B50" di Jakarta, Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin menyebut implementasi B50 sebagai bagian dari transisi energi yang sulit dihindari, tetapi menggarisbawahi bahwa kebijakan bahan bakar wajib memperhatikan kompatibilitas teknis kendaraan.

Ahmad mengingatkan bahwa banyak kendaraan diesel berstandar emisi Euro 4 yang diproduksi mulai 2022 pada umumnya tidak direkomendasikan menggunakan B50 bila tidak sesuai spesifikasi pabrikan, karena berpotensi memicu kerusakan mesin. Ia menegaskan aspek kecocokan teknologi kendaraan perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan energi, sembari mendorong agar program kendaraan listrik yang sudah menjadi agenda nasional terus dipercepat sebagai solusi jangka panjang. Di sisi lain, Pertamina menempatkan B50 sebagai upaya nyata mendongkrak pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor transportasi, dengan perluasan terminal penyalur yang dilakukan bertahap selama masa transisi guna menjaga pasokan bagi masyarakat dan sektor industri.

Other news

Google stawia na Kraków. 300 nowych stanowisk pracy w kompleksie Tertium

05.07.2026


Google uruchomiło w Krakowie drugie biuro, wzmacniając rolę miasta jako jednego z kluczowych hubów inżynieryjnych koncernu na świecie. Nowa przestrzeń w kompleksie Tertium przy ul. Lublańskiej powstała na czterech piętrach budynku i oferuje 300 stanowisk pracy. Oprócz powierzchni biurowej przewidziano też laboratoria, sale konferencyjne, przestrzenie wspólne, stołówkę i kawiarnię.

Według dyrektorki krakowskiego oddziału Google Magdy Rabiej, lokalny zespół liczy obecnie ponad 400 specjalistów i nadal rośnie. Krakowskie centrum odgrywa istotną rolę w tworzeniu innowacji dla chmury obliczeniowej Google Cloud oraz systemów mobilnych. To z Krakowa rozwijane są fundamenty infrastruktury do przetwarzania danych, z których korzystają największe światowe przedsiębiorstwa.

Inżynierowie pracujący w dwóch krakowskich biurach – przy Rynku Głównym oraz w kompleksie Tertium – realizują projekty w ramach działu Platforms & Devices. Obejmują one m.in. innowacje w systemie Android, w tym rozwiązania na laptopy, tablety, komunikację biznesową oraz Android Auto, a także rozwój przeglądarki Chrome i całego ekosystemu webowego. W Krakowie prowadzone są również prace nad urządzeniami z linii Pixel oraz budową zaawansowanej infrastruktury inżynieryjnej (PDEIO), która wspiera te procesy.

Nowe biuro wpisuje się w szerszą obecność Google w Polsce. Koncern działa na rynku od 20 lat, a w biurach w Warszawie, Krakowie i we Wrocławiu zatrudnia łącznie około 3 tys. osób. Około 80 proc. polskiego zespołu stanowią programistki i programiści, co – według przedstawicieli firmy – czyni lokalny oddział jednym z najważniejszych ośrodków inżynieryjnych w globalnych strukturach Google.